:: Gereja Kristus Petamburan ::
November 18th, 2011 by admin
This entry was posted on Friday, November 18th, 2011 at 10:10 am and is filed under Uncategorized. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Responses are currently closed, but you can trackback from your own site.
Owned by Rudi Zalukhu
Part of Gereja Kristus Petamburan
November 19th, 2011 at 4:16 am
1.nama:Bill Yauwerissa
2.nim:01120090297
3.kode kelas:AHB
4.nats alkitab:2 kor 5:17,1 yoh 5:11-13,yoh 10:27-29,1 yoh 9,1 kor10:13
5.nama pengkotbah:Alex nanholy
6.tema kotbah:ketekunan orang-orang kudus
pemabahasan:
sebuah doktrin yang benar akan membangun hidup yang benar,jika melihat sesuatu yang dilakukan oleh orang lain pasti ada pemahaman0pemahaman atau doktrin yang dipegang olehnya.orang kristen dan non kristen sama-sama melakukan hal baik namun apa yang membedakan hal ini?orang percaya melakukan kebaikan bukan berarti karna perbuatan dia maka dia masuk surga namun karena telah diselamatkan.
menagapa kita perlua pelajri doktrin karena doktrin adalah hal hal yang berkaitan dengan hidup kita sehari-hari.
seperti yang dipelajari dari tulip dari minggu minggu lalu.cara memahami tulip sendiri adalah yaitu bukan manusia yang pilih Allah namun Allah lah yang memilih manusia namun tidak semua orang dipilih tapi jangan lupa tujuan doktrin ini adalah untuk mengerti kepastian keselamatan kita.
kalau di debatkan apakah Tuhan yang pilih manusia atau manusia yang memilih Tuhan?dapat dilihat di kejadian alkitab yang dimana lazarus yang sudah mati 4 hari namun di panggil bangkit kembali oleh Tuhan.itulah mengapa kita dapat mengangkat tangan didepan Tuhan karena tuhan memanggil kita lewat roh kudus.
apa dasar Tuhan memilih kita?tentu karena anugerah Tuhan.Allah memberikan kepada kita sesuatu yang seharusnya kita tidak layak.banyak orang yang selalu ingin mempertahankan keselamatannya dengan ke gereja atau berdoa terus,namun itu salah karena Tuhan telah memilih kita.
2 kor 5:17
hidup baru bukanlah berbicara menambal hidup yang lama tetapi memang karena hidup secara utuh.kita punya garansi dalam hidup kita.apa yang mendasari jaminan ini?alkitab tentunya.
jaminan-jaminan yang diberikan adalah sebagai berikut:
jaminan keselamatan
sekali selamat tetaplah selamat,dalam 1 yoh 5:11-13 disitu dikatakan barang siapa yang memiliki anak maka dia akan hidup,jika kita memiliki Yesus dalam hidup kita maka hidup kita akan miliki.
namun bagaimana kalau kita jatuh dalam dosa lagi?apakah keselamatan itu hilang?inilah jaminan yang kedua
jaminan pengampunan dosa namun bukan berarti kita terus menerus buat dosa.
dosa tidak membatalkan relasi namun hanya merusak relasi.
dalam 1 yoh 9 jika kita mengaku dosa maka dia adil untuk mengampuni kita.kita harus bertobat sungguh-sungguh jangan hanya menyesal,jangan cuma sekedar ucapan.berjuang untuk taat sesuai firman Allah.
jaminan kemenangan atas dosa
yaitu roh kudus firman tuhan dan dosa persekutuan orang percaya dan ketaatan sebagai orang percaya adalah kuncinya.
refleksi:
kadang kita ragu akan hidup kita yang telah ter selamatkan atau tidak namun hal ini telah jelas karena hidup kita telah ter selamatkan.
dan dosa adalah perusak hubungan dengan tuhan jadi saya harus belajar untuk menjauhi dosa karena dosa membuat saya tidak mendapat apa yang diinginkan tuhan.
dan saya juga harus belajar untuk minta ampun dan b ertobat secara total bukan hanya sekedar omongan karena Tuhan telah begitu baik kepada saya dimana dia memberikan anugerah yang besar dan tak ternilai kepada saya,manusia yang sebenarnya tidak layak mendapatkannya.
November 19th, 2011 at 6:33 pm
1.Nama Mahasiswa : monica
2.NIM : 01120090008?
3.Kode Kelas : AHB
4.No. Urut Absen : 1
5.No. Urut Laporan : Refleksi Chapel 10
6.Tema Khotbah : ketekunan orang-orang kudus
7.Nats Alkitab : 2 kor 5:17,1 yoh 5:11-13,yoh 10:27-29,1 yoh 9,1 kor10:13
8. pengkhotbah : Alex nanholy
9. materi khotbah
Doktrin yang benar ialag dasar membangun hidup yang benar. orang melakukan sesuatu yang benar biasanya sudah ada suatu pemahaman yang dipegang. seperti, orang kristen dan non kristen sama-sama melakukan perbuatan yang baik. Apa perbedaanya? Orang Kristen yang melakukan perbuatan baik, tahu bahwa perbuatan baik itu tidak akan membawa mereka ke Surga. namun, mereka akan ke Surga karna sudah diselamatkan oleh Yesus. Kita perlu belajar tentang doktrin Allah karna doktrin Allah tidak lepas dari kehidupan sehari-hari.
TULIP adalah kesimpulan dari keseluruhan doktrin gereja tentang keselamatan.
T : Total Depravity (kerusakan total)
U : Unconditional election (Allah yang memilih manusia, bukan sebaliknya)
L : Limited Atonement (kematian Kristus untuk orang-orang yang percaya)
I : Irresistible Grace (berkat tidak dapat ditolak)
P : Perseverance of the saints (ketekunan orang percaya)
Cara memahami TULIP:
Allah yang memilih manusia, manusia tidak pernah memilih Allah. Jadi tidak semua orang terpilih, tapi jangan kawatir, doktrin ini membantu kita untuk mengerti kepastian akan keselamatan kita.
Contohnya, Lazarus yang meninggal hidup kembali, kita menjadi orang Kristen. semua ini ialah panggilan Allah.
Panggilan dari Allah aialah anugrah Allah kepada kita
2 Korintus 5 : 17
Hidup baru dalam Yesus bukanlah menambal hidup yang lama, melainkan hidup dalam Yesus secara utuh. Dasar dari jaminan kita akan diselamatkan ialah Alkitab. Allah berjanji dan tidak akan mecabut janji itu bahwa kita akan diselamatkan.
1 Yoh 5: 11-13
mengatakan bahwa barang siapa yang mempunyai anak ia akan hidup dan barangsiapa yang tidak memounyai anak ia tidak akan hidup. Hal ini ditulis untuk memberi kita kepastian, bahwa dengan memiliki anak Allah, kita pasti akan selamat.
apakah bila kita jatuh dalam dosa, keselamatan akam hilang?
Tuhan memberikan kita jaminan pengampunan dosa. tapi bukan berarti kita boleh melakukan dosa, lalu langsung diampuni. Kita harus benar-benar menyesal atas dosa-dosa kita dan berjuang sungguh-sungguh agar selalu mentaati firman Allah.
1 Kor 10:13
Jaminan kemenangan kita atas dosa. Tuhan yang memberikannya ini. tapi bnuakn berarti kita bisa berdosa terus
RENUNGAN:
Tuhan Yesus rela datang ke dunia untuk wafat demi menyelamatkan kita dari dosa sehingga kita bisa kembali ke sisi Bapa. Hal yang telah Tuhan Yesus lakukan untuk kita ini tidak boleh disia-siakan. Kita harus berjuang untuk selalu taat pada firman-firmanNya, sehingga kita semua diselamatakan. Tuhan memberkati
November 20th, 2011 at 4:19 am
1.Nama Mahasiswa : Risca Marcelina Diporedjo
2.NIM : 01120090025
3.Kode Kelas : AHB
4.No. Urut Absen : 3
5.No. Urut Laporan : Refleksi Chapel 10
6.Tema Khotbah : Ketekunan orang- orang kudus
7.Nats Alkitab : 2 Kor 5:17, 1 Yoh 5:11-13, Yoh 10:27-29, 1 Yoh 9, 1 Kor 10:13
8. Pengkhotbah : Alex Nanholy
9. Materi khotbah :
Doktrin yang benar adalah dasar membangun hidup yang benar. Setiap perlakuan seseorang pasti ada pemahaman yang dipegang.
Misalnya, orang Kristen dan orang non Kristen yang sama-sama berbuat baik. Apa perbedaan perbuatan baik dari orang Kristen? Orang percaya tidak mempercayai bahwa perbuatan baik itu dilakukan untuk masuk surga, namun masuk surga karena sudah diselamatkan.
Mengapa kita perlu balajar doktrin? Tentu saja karena doktrin tidak lepas dari hidup kita setiap hari.
T.U.L.I.P
Total depravity : kerusakan total.
Unconditional election : pemahaman bukan ditentukan manusia, melainkan Allah.
Limited atonement: kematian Kristus untuk orang percaya.
Irrestible grace.
P : kesimpulan doktrin gereja tentang konsep keselamatan.
Bukan manusia yang memilih Allah tetapi Allah yg memilih manusia. Kalau diperdebatkan bisa menjadi panjang, apakah Yesus yang memilih atau manusia yang memilih?
Apa dasar Tuhan memilih kita? Ini semua hanya karena anugerah Tuhan.
Allah yang berikan kepada kita karena sebenarnya kita tidak layak untuk menerima. Allah adalah inisiator keselamatan kita. Jadi, keselamatan bukan dari usaha manusia.
Kalau kita mempunya hidup yang baru, ini bukanlah berarti kita menambal hidup yg lama, tetapi kita memiliki hidup baru secara utuh.
Dalam hidup, kita punya garansinya.
Apa dasar jaminan atau garansi kita ini? Alkitab.
Keselamatan kita tidak bisa hilang, bukan karena saya yang menentukan, tetapi karena Allah yang menjamin keselamatan.
Karena kita memiliki jaminan keselamatan, jangan pernah menjalani hidup dalam keraguan.
Ini semua ditulis agar kita mengerti kalau kita memiliki kepastian yang datang dari Allah, maka kita pasti hidup.
Bagaimana jika kita terjatuh lagi di dalam dosa?
Apakah keselamatan hilang?
Inilah jaminan pengampunan dosa, bukan brarti kita bisa seenaknya membuat dosa. Dosa tidak memutuskan relasi tetapi merusak.
Bertobat harus sungguh-sungguh, jangan hanya menyesal di luar saja. Jangan cuma berkata-kata, harus bertindak. Kita sebagai orang percaya harus berjuang untuk hidup taat sesuai firman Allah.
Tuhan sudah memberi kita kemenangan, bukan berarti kita bisa bermain-main dengan dosa.
Sumber kemenangan kita adalah Roh kudus, Firman Tuhan dan doa persekutuan orang percaya. Kunci sebenarnya adalah taat.
Refleksi :
Saat kita percaya dan mengakui Tuhan sebagai satu-satunya Juruselamat, saat itulah keselamatan kita peroleh seutuhnya. Tetapi saat keselamatan telah kita peroleh, bukan berarti kita bisa bermain-main dengan dosa seenaknya. Justru pada saat keselamatan telah kita peroleh, kita harus terus melakukan apa yang Tuhan firmankan, menyenangkanNya, dan menjadi berkat bagi sesama. Amin. GBu
November 20th, 2011 at 4:55 am
1.nama:Michael sutandy gunawan
2.nim:01120090147
3.kode kelas:AHB
4.nats alkitab:2 kor 5:17,1 yoh 5:11-13,yoh 10:27-29
5.nama pengkotbah:Alex nanholy
6.tema kotbah:ketekunan orang-orang kudus
7.Materi khotbah:
Doktrin yang benar, akan membentuk hidup yang benar,Apabila melihat sesuatu yang dilakukan oleh orang lain, pasti kita akan mengetahui pemahaman.pemahaman atau doktrin yang dipegang olehnya.Orang kristen dan non kristen sama-sama melakukan hal baik,tetapi faktor apakah yang membuat perbedaan antara keduanya?orang percaya kebaikan yang dia buat dilihat oleh Tuhan dari karena perbuatannya dia sewaktu masih hidup,tetapi sebenarnya dia masuk surga karena telah diselamatkan oleh Tuhan.
Pentingnya mempelajari doktrin, karena doktrin adalah hal hal yang berkaitan dengan hidup kita sehari-hari.
seperti yang dipelajari dari tulip dari minggu minggu lalu.T.U.L.I.P:
Total depravity : kerusakan total.
Unconditional election : pemahaman bukan ditentukan manusia, melainkan Allah.
Limited atonement: kematian Kristus untuk orang percaya.
Irrestible grace.
P : kesimpulan doktrin gereja tentang konsep keselamatan
cara memahami arti kata tulip sendiri adalah yaitu bukan manusia yang memilih Allah namun Allah lah yang memilih manusia namun tidak semua orang dipilih.
kalau di debatkan apakah Tuhan yang pilih manusia atau manusia yang memilih Tuhan?dapat dilihat di kejadian alkitab yang dimana lazarus yang sudah mati 4 hari namun di panggil bangkit kembali oleh Tuhan.itulah mengapa kita dapat mengangkat tangan didepan Tuhan karena tuhan memanggil kita lewat roh kudus.
apa dasar Tuhan memilih kita?tentu karena anugerah Tuhan.Allah memberikan kepada kita sesuatu yang seharusnya kita tidak layak.banyak orang yang selalu ingin mempertahankan keselamatannya dengan ke gereja atau berdoa terus,namun itu salah karena Tuhan telah memilih kita.
2 kor 5:17
hidup baru bukanlah berbicara menambal hidup yang lama tetapi memang karena hidup secara utuh.kita punya garansi dalam hidup kita.apa yang mendasari jaminan ini?alkitab tentunya.
jaminan-jaminan yang diberikan Yesus:
jaminan keselamatan
sekali selamat tetaplah selamat,dalam 1 yoh 5:11-13 disitu dikatakan barang siapa yang memiliki anak maka dia akan hidup,jika kita memiliki Yesus dalam hidup kita maka hidup kita akan miliki.
apabila kita jatuh dalam dosa lagi?apakah keselamatan itu hilang?inilah jaminan yang kedua
jaminan pengampunan dosa namun bukan berarti kita terus menerus buat dosa.
dosa tidak membatalkan relasi namun hanya merusak relasi.
jaminan kemenangan atas dosa
yaitu roh kudus firman tuhan dan dosa persekutuan orang percaya dan ketaatan sebagai orang percaya adalah kuncinya.
refleksi:Saya mulai sekarang harus peka dengan apa yang dilarang oleh Tuhan dan apa yang di perbolehkan oleh Tuhan.Karena kita ini seperti yang disebutkan tadi,Tuhan sangat murah hati dengan memberikan kita jaminan-jaminan seperti yang disebutkan di atas.Itu tandanya Tuhan ingin sekali kita menyadari apa yang telah kita perbuat,dan apabila kita melakukan perbuatan salah,Tuhan ingin kita peka mengetahui itu perbuatan salah dan berusaha untuk memperbaikinya.Amin
November 20th, 2011 at 5:37 am
1.Nama Mahasiswa : Rizki Lasma Dwianto Putra
2.NIM : 06120109056
3.Kode Kelas : AHB
4.No. Urut Absen : 32
5.No. Urut Laporan : Chapel Reflection 9
6.Tema Khotbah : Ketekunan Orang – Orang Kudus
7.Nats Alkitab : 2 Kor 5:17,1 Yoh 5:11-13, Yoh 10:27-29, 1 Yoh 9, 1 Kor10:13
8. pengkhotbah : Alex Nanholy
9. materi khotbah :
Doktrin yang yang benar akan menghasilkan kehidupan yang benar, orang Kristen dan non-Kristen sama – sama melakukan hal baik, tapi itu semua ada perbedaannya, karena orang Kristen melakukan hal itu bukan berdasarkan ingin masuk Surga saja, tetapi karena perbuatannya juga.
Berdasarkan khotbah T.U.L.I.P yang telah diberikan, doktrin yang mengatakan manusia memilih Allah tidaklah benar, tetapi Allah lah yang memilih manusia, tujuan dari doktrin tersebut adalah untuk mengerti kepastian keselamatan hidup kita.
Tuhanlah yang memilih kita anak – anakNya, Ia memilih dan memanggil kita semua melalui roh kudus. Kita dipilih karena anugerah Tuhan kepada kita.
Refleksi:
Melalu khotbah tersebut, saya menjadi semakin yakin kalau saya sudah diselamatkan oleh Tuhan oleh anugerahNya. Terkadang manusia suka merasa ragu apakah dirinya sudah terselamatkan atau belum, sebenarnya sudah, walaupun kita ini yang berlumuran dosa dan tidak layak, tetapi Tuhan tetap menyelamatkan dengan segala anugerahNya.
November 20th, 2011 at 7:08 am
1.Nama Mahasiswa : Patricia Irene Kusuma
2.NIM : 01220100005
3.Kode Kelas : AHB?
4.No. Urut Absen : 16
5.No. Urut Laporan : Refleksi Chapel 10
6.Tema Khotbah : “Who am I?”
7.Nats Alkitab : Efesus 1:3-14
8.Pengkhotbah : Bpk. Peter
9.Materi Khotbah :
“Who am I?”. Pertanyaan ini sering kali muncul secara natural dalam diri kita. Begitu juga dengan pertanyaan-pertanyaan berikut: Apa yang harus aku lakukan untuk menjadi bernilai? Apa tujuan hidup saya? Siapa diriku yang membuat kita tidak berubah tentang identitas kita?
Menurut John Calvin, manusia harus dikaitkan dengan identitas lain. Manusia hidup di dalam Allah, oleh karena itu manusia harus mengetahui dulu siapa Allah. Ada empat sudut pandang untuk menjawab pertanyaan Who Am I. Pertama, diriku menurut pendapatku sendiri. Diriku menurut pendapat orang lain. Diriku menurut dugaanku tentang pendapat orang lain terhadap aku. Dan yang terakhir adalah diriku menurut apa yang dinyatakan Allah dalam nats ini, yaitu untuk mengetahui karya Allah dalam diri kita. Ada dua tema besar yang bisa diangkat tentang karya Allah dalam Efesus ini. Pertama, Allah memilih kita sebelum dunia dijadikan. Maka, identitas pertama orang yang beriman di dalam Kristus adalah “Aku dipilih Allah”. Bagi orang Kristen, dewa-dewa tidak ada yang benar karena kita hanya memiliki Kristus. Allah menyatakan wewenang yang berdaulat dan mutlak bahwa Ia yang memilih kita. Ya, Allah memilih aku secara individu, seperti halnya ketika Allah memilih Yakub dan bukan Esau. Pemilihan Tuhan tidak tergantung perbuatannya di kemudian hari. Ayat Efesus ini hanya berbicara kepada orang Kristen yang percaya Kristus. Dari sana, kita dapat mengetahui bahwa Allah yang kita kenal bukanlah Allah yang biasa-biasa saja, tetapi Allah yang berdaulat, yang ada sejak dulu, sekarang dan selamanya.
Kedua, Allah yang mengadopsi kita. Kita telah diadopsi Allah, maka kita adalah anak-anak Allah sekarang dan selamanya.
Apa alasan utama dari penebusan Kristus sedangkan kita yang dipilih Allah ini adalah manusia berdosa? Itu semua karena kekudusan, kasih , dan keadilan Allah. Karena manusia begitu bernilai di mata Allah, maka Allah menebus dosa-dosa kita. Alasan satu-satunya Allah mengasihi manusia adalah karena kemuliaan-Nya harus disalurkan. Dengan inilah maka kita harus menjadi orang yang rendah hati di hadapan Allah.
Refleksi pribadi:
Allah begitu mengasihi saya dan saya sungguh percaya bahwa Allah telah memilih saya. Tetapi hidup yang saya jalankan sampai saat ini sama sekali tidak mencerminkan sebagai manusia pilihan-Nya, yaitu sebagai anak Allah. Saya sering kali berjalan, berbuat, dan bertindak sesuai kehendak sendiri tanpa memohon petunjuk-Nya. Tentu saja Allah sungguh sedih dan prihatin melihat hal ini. Namun, saya sungguh bersyukur karena Allahku adalah Allah yang sungguh baik dan mengasihi manusia. Mungkin selama ini saya merasa jauh dari-Nya, tetpi saya sadar bahwa Allah tidak akan melepaskan saya dan hendak memegang saya kembali dalam eratan-Nya jika saya bertobat. Saya perlu untuk mengubah diri saya menjadi lebih baru setiap hari dengan selalu berlindung dalam naungan-Nya karena saya memiliki Allah yang mutlak dan tak tergantikan, yang di dalam kemuliaan anak-Nya terdapat keselamatan kekal.
November 20th, 2011 at 7:33 am
1.Nama Mahasiswa: Yohanes
2.NIM: 11220090008
3.Kode Kelas: AHB
4.No. Urut Absen: 35
5.No. Urut Laporan: 10
6.Tema Khotbah: Who Am I
7.Nats Alkitab: Efesus 1:3-14
8. Pengkhotbah: Peter
9. Materi khotbah :
Siapakah kita? Kita adalah orang yang dipilih oleh Tuhan.
Bukan kita yang memilih siapa Tuhan kita, tetapi Tuhan lah yang memilih kita. Dan pilihan Tuhan itu dijatuhkan pada kita secara pribadi, tidak secara asal-asalan. Artinya bahwa Tuhan memilih kehidupan kita satu persatu, pribadi lepas pribadi, dan hidup kita adalah spesial dan berharga di mata-Nya. Kita dipilih bahkan sebelum kita lahir. Oleh karena itu, segala perbuatan yang kita perbuat tidak memengaruhi pilihan Tuhan atas kita. Sebagai contoh: Yakub dipilih bukan karena pebuatannya, tetapi sejak sebelum dia lahir, sebelum dia bisa berbuat baik atau jahat, bahkan sebelum dunia dijadikan. (Roma 9)
Padahal Yakub adalah seorang penipu, seorang yang jahat, tetapi Tuhan tetap memilih dia.
Siapakah kita? Kita adalah orang yang diadopsi oleh Tuhan.
Anak yang diadopsi memiliki hak penuh seperti anak kandung. Kita adalah anak yang diadopsi oleh Tuhan, menjadi milik-Nya, sekali untuk selamanya.
Kita bisa menjadi anak Allah karena kehendak Allah.
Ada perbedaan yang mendasar dengan adat Bali:
yang bisa diadopsi hanya orang yang sekasta, orang Hidu, dan harus disetujui oleh keluarga dan rapat desa. Bahkan, proses untuk penyerahan anak adopsi memerlukan upacara adat yang tidak sederhana. Tidak ada satupun dari kita yang akan memenuhi syarat untuk diadopsi apabila Tuhan juga menerapkan sistem ini (siapakah dari kita yang sekasta dengan Tuhan?)
Sering kali juga seorang anak yg diadopsi mendapat perlakuan yang tidak sepatutnya. Hal ini dikarenakan orang tua tersebut takut bahwa anak adopsinya ini akan berkhianat. Puji Tuhan bahwa kita tidak perlu direpotkan dengan pikiran-pikiran yang demikian. Tuhan kita tidak memikirkan bagaimanapun keadaan kita. Tuhan menerima kita sebagaimana adanya kita. Kita disebutkan sebagai orang yang mat rohani, anak murka, yang terhilang, dan yang terhukum. Tetapi Tuhan mau ambil kita, mau olah kita menjadi kudus dan tidak bercacat.
Sebuah pertanyaan: apabila kita tidak berharga, mengapa kita diselamatkan?
Bukan karena kita menarik, sehingga Tuhan mau ambil kita. Bukan karena kesalahan kita, maka Tuhan mau mengadopsi kita. Tetapi semata-mata karena kasih-Nya lah Tuhan mau selamatkan kita. Oleh karena itu kita harus berada dalam keadaan yang rendah hati.
Refleksi diri:
Saya mengetahui bahwa saya adalah orang yang layak dihukum karena begitu banyak dosa yang saya lakukan. Mendapatkan keselamatan dari Tuhan lewat kasih-Nya yang begitu besar adalah anugerah yang begitu besar yang boleh saya terima. Adalah sangat keterlaluan apabila saya menjadi orang yang bertindak seenaknya dalam hidup ini, sementara Tuhan sudah merelakan anak-Nya yang tunggal untuk keselamatan saya. Saya harus mempersembahkan tubuh saya sebagai persembahan yang hidup, kudus, dan berkenan kepada-Nya, supaya lewat saya, Tuhan boleh menikmati buah-buah yang manis, sehingga lewat saya, nama Tuhan dipermuliakan.
November 20th, 2011 at 7:48 am
1.Nama Mahasiswa : Ellen Pramana
2.NIM : 11220090004
3.Kode Kelas : AHB
4.No. Urut Absen : 33
5.No. Urut Laporan : Refleksi Chapel 10
6.Tema Khotbah : Who am I?
7.Nats Alkitab : Efesus 1:3-14
8.Pengkhotbah : Bpk. Peter
9.Materi Khotbah :
Who am I? Siapakah diriku? Ketika kita mendefinisikan diri kita, kita tidak hanya sedang membicarakan hidup kita sendiri, sebab ada sesuatu di luar diri kita yang tidak bisa lepas kaitannya dengan kita, yakni Allah. Sebagai ciptaanNya, kita tidak akan pernah lepas dari Pencipta kita sendiri. Apalagi Allah menciptakan kita dengan gambar dan rupaNya yang selalu melekat dalam diri setiap manusia. Oleh sebab itu, saat kita membicarakan mengenai diri kita, secara tidak langsung, kita membawa nama Allah di dalamnya. Melalui hidup kita pun, karya Allah terus tersalurkan.
Jika meninjau ayat 4, yang berbunyi “Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapanNya”, kita dapat menyimpulkan bahwa Allah memilih kita di dalam Kristus. Setiap manusia telah dipilih oleh Allah sendiri. Inilah juga yang membedakan ajaran Kristen dengan ajaran lainnya. Bukan kita yang harus memilih mau menyembah siapa. Namun, Allah-lah yang memilih kita terlebih dahulu. Jika Dia tidak memilih kita, maka apapun yang kita lakukan akan menjadi sia-sia saja. Bahkan sebelum dunia ini utuh, Allah telah memilih kita. Dengan begitu, pilhanNya dapat dikatakan tidak bergantung pada apa yang kita lakukan nantinya.
Di ayat selanjutnya, dikatakan secara tidak langsung bahwa kita merupakan orang-orang yang diadopsi Tuhan. Diadopsi Allah berarti menjadikan kita sebagai anak-anak Allah, menjadi miliknya selama-lamanya. Mengapa kita yang tidak berharga ini dapat dipilih Allah? Jawabannya ada di dalam kasih Allah. Kasih Allah yang begitu besar yang membuat Allah memilih kita sebagai umatNya.
REFLEKSI:
Identitas kita sebagai manusia erat kaitannya dengan Allah Bapa di sorga. Keberadaan kita di dunia ini bukan semata-mata karena kebetulan. Semuanya merupakan hasil dari pilihan Allah sendiri. Oleh sebab itu, kita tidak seharusnya berkeluh kesah atas kehidupan kita. Namun sebaliknya, kita harus bersyukur atas hidup kita. Kita harus bersyukur kepadaNya karena telah memilih kita sebagai umatNya. Dia memilih kita sebagai umatNya dengan suatu tujuan yang harus kita penuhi selama hidup kita. Sebagai rasa syukur dan tanggung jawab kita, sudah seharusnya kita menjaga dengan baik hidup kita untuk dapat memenuhi tujuan Allah atas hidup kita itu. Dengan gambar dan rupa Allah di dalam diri kita, membuat tanggung jawab kita akan hidup kita semakin besar. Sedikit kesalahan yang kita lakukan dapat merusak gambar dan rupa itu, sehingga orang lain bisa menjadi tidak melihat kemuliaan Allah di dalam diri kita. Sebaliknya, dengan hidup yang seturut Firman Allah, kemuliaan Allah akan semakin terpancar dalam hidup kita. oleh karena itu, kita harus berhati-hati dalam setiap perbuatan kita sebagai tanda syukur dan bahwa kita menghargai hidup yang sudah dipilih oleh Allah ini.
November 20th, 2011 at 8:05 am
1.Nama Mahasiswa : Selvy Anggela
2.NIM : 01120090158
3.Kode Kelas : AHB
4.No. Urut Absen :
5.No. Urut Laporan :
6.Tema Khotbah : ketekunan orang-orang kudus
7.Nats Alkitab : 2 kor 5:17,1 yoh 5:11-13,yoh 10:27-29,1 yoh 9,1 kor10:13
8.Pengkhotbah : Alex Nanholy
9.Materi khotbah :
Doktrin yang benar adalah dasar membangun hidup yang benar karena doktrin merupakan suatu pemahaman yang dipegang. Sebagai contoh kita orang Kristen memiliki doktrin untuk selalu hidup baik seperti yang Tuhan firmankan, namun antara orang Kristen dan non-Kristen ada perbedaan. Orang Kristen tahu bahwa jalan untuk masuk surga bukanlah melakukan perbuatan baik namun jalan untuk bisa masuk ke surga adalah karena Yesus telah menyelamatkan kita. Oleh karena itu kita manusia harus belajar mengenai doktrin Allah untuk menjalani kehidupan ini dan karena doktrin juga berkaitan dengan kehidupan kita sehari-hari.
TULIP adalah kesimpulan dari keseluruhan doktrin gereja tentang keselamatan.?
T : Total Depravity (kerusakan total)?
U : Unconditional election (Allah yang memilih manusia, bukan sebaliknya)?
L : Limited Atonement (kematian Kristus untuk orang-orang yang percaya)?
I : Irresistible Grace (berkat tidak dapat ditolak)?
P : Perseverance of the saints (ketekunan orang percaya)
Seperti yang sudah dibahas dari khotbah minggu lalu bahwa cara untuk memahami TULIP sendiri adalah bahwa bukan manusia yang memilih Allah melainkan Allah yang memilih manusia. Oleh karena itu tidak semua orang dipilih tapi ingatlah bahwa doktrin ini membantu kita untuk mengerti kepastian keselamatan kita.
2 Korintus 5:17
Dalam kitab ini dikatakan bahwa “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.” Hidup baru disini bukan berarti menambal hidup yang lama namun hidup yang memang benar-benar utuh yang seturut firman Tuhan. Dasar dari jaminan kita akan diselamatkan adalah Alkitab.
Jaminan-jaminan yang diberikan adalah
- Jaminan Keselamatan -> apabila kita dalam hidup ini percaya dan berpegang pada Tuhan maka jaminan keselamatan aka nada dalam hidup kita.
- Jaminan Pengampunan Dosa -> dosa dapat merusak relasi kita dengan Allah, oleh karena itu kita harus mulai untuk menjauhi dosa. Jangan hanya sekedar mengampun dosa namun benar-benar mau untuk hidup taat sesuai dengan firman Tuhan.
- Jaminan Kemenangan Atas Dosa -> hidup taat sesuai dengan firman Tuhan merupakan kunci untuk bisa menang dalam dosa.
Refleksi Diri:
Sebagai seorang Kristen kiranya dari khotbah ini saya bisa disadarkan lagi untuk bisa lebih rajin membaca setiap firman Tuhan supaya setiap firman Tuhan tersebut bisa menjadi pedoman dalam hidup yang penuh akan dosa ini. Biar kiranya juga saya bisa lebih lagi untuk percaya dan taat kepada Tuhan Yesus supaya Tuhan bisa membimbing dan memakai hidup saya menjadi seperti yang diinginiNya.
November 20th, 2011 at 8:24 am
1.Nama Mahasiswa : Ongky S
eter
2.NIM : 01220100029
3.Kode Kelas : AHB
4.No. Urut Absen : 19
5.No. Urut Laporan : 10
6.Tema Khotbah : Who am I
7.Nats Alkitab : efesus 1 : 3-14
8.Pengkhotbah
9: Materi Khotbah:
Bapalah sumber keselamatan. Ia memilih dan menetapkan orang percaya sebelum menciptakan alam semesta. Pilihan ini lahir semata-mata dari kasih karunia-Nya dan terwujud karena Anak-Nya melakukan karya penyelamatan bagi manusia. Ajaran tentang rencana keselamatan dan pilihan kekal Allah membuat keselamatan bertumpu pada sesuatu yang pasti dan bukan pada kondisi manusia. Dia memilih dan menganugerahkan keselamatan untuk suatu tujuan yaitu agar umat kudus dan tanpa cacat cela , yaitu tidak lagi hidup sia-sia dalam kecemaran dosa karena telah diubah Tuhan menjadi orang-orang kudus. Maka hidup orang pilihan seharusnya mencerminkan kemuliaan Tuhan yang telah memilih dan memilikinya penuh. Allah memilih kita bukan berdasarkan perbuatan yang akan kita lakukan melainkan karena anugerah dan kasihNya.
Kita diangkat sebagai anak-anak Allah merupakan dampak dari keputusan Allah memilih kita. Sebagai anak, ada hak yang harus kita terima dan ada kewajiban yang harus kita jalankan. Kita adalah anak-anak pilihan Allah yang sudah ditebus oleh Kristus. Kristus mau mengorbankan dirinya bagi kita karena begitu besar kasihNya pada umat manusia.
Refleksi :
Walaupun saya sering berbuat dosa begitu juga dengan manusia lainnya, Allah masih tetap mengasihi manusia. Allah memberikan anugerah dan pengampunan bagi kita semua, oleh karena itu saya tidak ingin menyia-nyiakan hidup yang sudah diberikan oleh Allah dengan cara hidup yang tidak baik. Dengan menerima anugerah Allah ini mendorong saya agar bersyukur dan menjadikan hidup saya sesuai dengan kehendak-kehendak Allah.
November 20th, 2011 at 9:36 am
1.Nama:Devita Arlina Kusumo
2.Nim:04320099068
3.kode kelas:AHB
4.nats alkitab:2 kor 5:17,1 yoh 5:11-13,yoh 10:27-29
5.Chapel : 7
6.nama pengkotbah:Alex nanholy
7.tema kotbah:ketekunan orang-orang kudus
8.Materi khotbah:
Allah memilih manusia namun tidak semua orang dipilih tapi jangan lupa tujuan doktrin ini adalah untuk mengerti kepastian keselamatan kita.kalau di debatkan apakah Tuhan yang pilih manusia atau manusia yang memilih Tuhan?dapat dilihat di kejadian alkitab yang dimana lazarus yang sudah mati 4 hari namun di panggil bangkit kembali oleh Tuhan.itulah mengapa kita dapat mengangkat tangan didepan Tuhan karena tuhan memanggil kita lewat roh kudus.apa dasar Tuhan memilih kita?tentu karena anugerah Tuhan.Allah memberikan kepada kita sesuatu yang seharusnya kita tidak layak.banyak orang yang selalu ingin mempertahankan keselamatannya dengan ke gereja atau berdoa terus,namun itu salah karena Tuhan telah memilih kita, 2 kor 5:17 hidup baru bukanlah berbicara menambal hidup yang lama tetapi memang karena hidup secara utuh.kita punya garansi dalam hidup kita.apa yang mendasari jaminan ini?alkitab tentunyaasar dari jaminan kita akan diselamatkan adalah Alkitab.
Jaminan-jaminan yang diberikan adalah
- Jaminan Keselamatan, apabila kita dalam hidup ini percaya dan berpegang pada Tuhan maka jaminan keselamatan aka nada dalam hidup kita.
- Jaminan Pengampunan Dosa, dosa dapat merusak relasi kita dengan Allah, oleh karena itu kita harus mulai untuk menjauhi dosa. Jangan hanya sekedar mengampun dosa namun benar-benar mau untuk hidup taat sesuai dengan firman Tuhan.
- Jaminan Kemenangan Atas Dosa, hidup taat sesuai dengan firman Tuhan merupakan kunci untuk bisa menang dalam dosa.
Refleksi diri :Tuhan sangat murah hati dengan memberikan kita jaminan-jaminan seperti yang disebutkan di atas.Itu tandanya Tuhan ingin sekali kita menyadari apa yang telah kita perbuat,dan apabila kita melakukan perbuatan salah,Tuhan ingin kita peka mengetahui itu perbuatan salah dan berusaha untuk memperbaikinya dan belajar untuk minta ampun dan b ertobat secara total bukan hanya sekedar omongan karena Tuhan telah begitu baik kepada saya.
November 20th, 2011 at 9:37 am
1.Nama Mahasiswa : Nicodemus Filipi Apthioman
2.NIM : 01220100006
3.Kode Kelas : AHB
4.No. Urut Absen :
5.No. Urut Laporan :
6.Tema Khotbah : who am I ?
7.Nats Alkitab : Efesus 1:3-14
8.Pengkhotbah : Bpk. Peter
9.Materi Khotbah :
Sebagai manusia yang memiliki akal budi sering sekali kita bertana pada diri kita sendiri siapakah diri kita? Who am i? kita sering seklai berfikir apa tujuan hidup kita dan apa yang dapat kita lakukan untuk menjadi bernilai. Untuk mengetahui jawaban tersebut haruslah dimulai dari siapa pencipta kita karena segala sesuatu diciptakan dengan sebuah tujuan yang dimiliki oleh penciptanya. Kita yakin dan percaya bahwa pencipta manusia adalah Tuhan Yesus. John calvin menjawab pertanyaan tentang siapa diri manusia dengan membagi pandangan menjadi 4:
1. Diriku menurut pandanganku
2. Diriku menurut pandangan orang lain
3. Diriku menurut dugaanku
4. Diriku menurut yang dinyatakan Allah.
Efesus 1 :3 – 14 menjelaskan tentang karya Allah yang ada didalam manusia dengan menjelaskan 2 tema besar:
1. Allah memilih manusia; secara personal tidak secara umum, ia memilih kita sama hal nya ketika ia memilih yakub bukam esau.
Allah merupakan Allah yang berdaulat tidak biasa biasa saja.
2. Allah mengadopsi kita menjadi anak anaknya untuk selama lamanya.
Sebenarnya kita tidak pantas untuk Tuhan adopsi, karena kita tidak berharga. Manusia penuh dengan dosa, namun TUhan masih mau menebus dosa manusia melalui karya salibnya, mengapa? Karena Ia penuh kasih dan adil terhadap manusia, Ia menganggap manusa sangat bergarga.
REFLEKSI PRIBADI:
Dari kotbah ini saya semakin menyadari betap besar kasih Allah kepada saya, saya menjadi sadar bahwa saya hanyalah anak adopsi Tuhan yang sebenarnya tidak berharga, namun TUhan selalu memperlakukan saya berharga karena kasihnya yang besar. Saya menjadi sadar untuk selalu berbuat rendah hati karena kasihnya kepada saya adalah anugrah yang luar biasa dan tidak ternilai harg
November 20th, 2011 at 9:39 am
1. Nama Mahasiswa: Sherlly Susanty
2. NIM : 01220100092
3. Kode Kelas : AHB
4. No. Urut Absen : 21
5. No. Urut Laporan : Refleksi 9
6. Tema Khotbah : Who am I?
7. Nats Alkitab : Efesus 1:3-14
8. Pengkhotbah : Bapak Peter
9. Materi Khotbah :
Tahun 1998 suatu studio film di Hongkong membuat film yang sangat menarik. Apa yang membuat film ini menarik adalah judulnya, Who Am I? Pertanyaan ini membuat orang – orang bertanya siapa dirinya sebenarnya. Psikologi memahami kebutuhan manusia dan memperlakukan manusia berdasarkan kebutuhan yang paling dasar sampai paling tinggi. Berbeda dengan teologi yang memahami dan memperlakukan manusia berdasarkan pemahaman akan kebutuhan mereka, bahkan kebutuhan yang tak terdeteksi oleh psikologi. Pertanyaan Who Am I memunculkan pertanyaan lainnya secara natural, misalnya kenapa aku lahir sebagai manusia? Apa yang harus aku lakukan untuk menjadi bernilai? Apa tujuan hidup saya? Siapa diriku yang membuat aku tidak berubah dari identitasku? Sewaktu kita mau mengidentifikasikan siapa diri kita, kita harus menghubungkan ke sesuatu di luar kita, misalnya manusia merupakan makhluk Allah, jadi untuk mengerti siapa manusia harus mengerti siapa itu Allah. Inilah yang coba dibahas oleh John Calvin dalam bukunya. Ada 4 sudut pandang yang diutarakan oleh John Calvin yaitu diriku menurut pendapat sendiri, diriku menurut pendapat orang lain, diriku menurut asumsiku tentang pendapat orang lain dan yang terakhir diriku yang sebenarnya menurut Efesus. Siapa diriku? Aku adalah orang yang dipilih oleh Tuhan. Allah memilih kita untuk menjadi milik-Nya, jadi identitas pertama manusia adalah manusia adalah makhluk pilihan Allah. Zaman dahulu orang Kristen dianggap sebagai atheis karena dulu kepercayaan itu harus ditunjukkan dalam bentuk penyembahan ke patung atau benda tertentu. Orang – orang harus menyembah sesuatu yang berwujud, tetapi orang Kristen tidak mempunyai hal seperti itu sehingga orang Kristen dianggap sebagai orang aneh dan atheis, dan yang anehnya lagi, di saat itu walaupun mereka menyembah dewa yang berbeda, mereka tetap saling menghargai, sementara orang Kristen tetap tidak menghargai dewa – dewa itu. Kita harus memilih dalam hidup kita. Tetapi berbeda dengan agama lain, Allah dalam kitab Efesus telah memberitahu dengan jelas bahwa Allah yang memilih umat-Nya. Pertanyaannya apakah Allah memilih orang secara pribadi dengan mengenalnya? Jawabannya adalah ya. Allah memilih Yakub daripada Esau. Allah sang pencipta dunia ini mengenal aku, mengetahui namaku dan memilih aku. Ketika membahas tentang Yakub, orang – orang bertanya kenapa Yakub yang jahat dan penipu yang dipilih oleh Allah? Dalam Roma 9 disebutkan bahwa pilihan yang dibuat oleh Allah bukan didasarkan pada perbuatan mereka, namun berdasarkan panggilan. Tuhan sudah memanggil Yakub sebelum Yakub berbuat jahat. Justru karena pilihan Tuhan itu Yakub diubah semakin lama menjadi semakin baik.
Efesus ditulis oleh Paulus untuk masyarakat Efesus, dari orang percaya ke mereka yang percya. Maka bagi mereka yang tidak percaya belum berhak untuk mengotak atik kitab Efesus. Mereka yang tidak pernah percaya bahwa Allah ada tidak akan menikmati kasih Tuhan.
Identitas manusia yang kedua adalah manusia merupakan anak adopsi dari Tuhan. Adopsi berarti dulu bukan anakku sekarang anakku, dulu anak mereka sekarang anakku. Anak yang diadopsi memiliki hak penuh seperti anak kandung. Kita adalah anak yang diadopsi oleh Tuhan, sekali dan selamanya. Tuhan mau mengadopsi kita yang hina, bersalah dan mati rohani. Tuhan bahkan mau memulihkan kita. Manusia bagaikan anak kurus yang pesakitan dan hamper mati, dan Tuhan mau mengadopsi manusia untuk menyembuhkan manusia. Jika kita tidak berharga, mengapa Tuhan menyelamatkan ita? Jawabannya ada di ayat 5 yaitu karena kasih-Nya.
Refleksi pribadi:
Dari khotbah di atas saya menemukan identitas diri saya yang sebenarnya bahwa saya adalah makhluk pilihan Allah dan saya merupakan anak yang telah diadopsi oleh Tuhan untuk diselamatkan. Namun, saya merasa saya masih belum pantas untuk dipilih oleh Allah. Sebagai makhluk pilihan Allah, seharusnya perbuatan saya mencerminkan Allah. Namun apa yang saya lakukan selama ini sama sekali menyimpang dari perintah Allah. Saya masih sering merasa malas, berbohong, seringkali merasa malas untuk berdoa dan lebih mementingkan hal – hal duniawi, walaupun saya tahu hal – hal duniawi ini sifatnya hanya sementara. Saya mengetahui apa yang seharusnya dilakukan sebagai makhluk pilihan Allah, saya sadar bahwa saya harus melakukannya, namun sulit untuk mengumpulkan niat untuk melakukan itu. Meninggalkan semua yang menyenangkan bagi saya sekarang dan hidup bagi Allah. Memberitakan Injil dan melakukan perintah Allah. Saya merasa bahwa saya memerlukan kesiapan diri yang lebih cukup untuk melakukan hal – hal tersebut. Sekali saya memutuskan untuk hidup menurut perintah Allah, saya harus konsisten. Seperti Tuhan yang tetap konsisten untuk menyelamatkan manusia dengan segala upaya-Nya walaupun Ia dihadapkan dengan banyak cobaan dan berada dalam situasi dimana manusia pada zaman itu tidak mempercayai-Nya, namun tidak ada sedikitpun niat dari Tuhan untuk mundur dari tugas-Nya untuk menyelamatkan manusia.
November 20th, 2011 at 10:05 am
Nama: Jonathan Adrian Budiman
Nim: 01120090009
No Urut Absen: 2
No Urut Laporan: Refleksi Chapel 11
Kode Kelas:AHB
Tema:Ketekunan orang-orang Kudus
Pengkotbah:Alex Nanlohy
Nats Alkitab:2 Korintus 5:17,1 Yohanes 5:11-13, Yohanes 10:27-29,1 Yohanes 1:9,
1 Korintus 10:13
Materi Kotbah
Banyak orang bertanya mengapa kita belajar doktrin? Bukana yang penting itu hidup kita? Doktrin yang benar akan menjadi dasar untuk hidup baru yang benar. Kalau melihat orang Kristen dan agama lain sama-sama melakukan perbuatan baik, perbuatan baiknya sama. Apa yang membedakan perbuatan baiknya orang Kristen dan Agama lain, yaitu alasan perbuatan baiknya. Kalau alasan untuk masuk surga, berarti melakukan perbuatan baik untuk masuk surga. Tetapi kalau Kristen melakukan perbuatan baik karena sudah diselamatkan. Konsensus Gereja adalah keselamatan dalam Kristus. Sebenrnya keselamatan itu karena manusia sendiri atau karena Tuhan atau karena adanya kerjasama manusia dengan Tuhan? Bukan manusia yang memilih Allah tetapi Allah yang memilih manusia. Maka jika Allah telah memilih, maka orang tersebut akan terus selamat. Dasar keselamatan kita adalah dari Allah, maka tidak akan direvisi. Bukan berarti kita menjadi sombong karena doktrin ini. Oleh karena itu, apakah orang yang dipilih akan selamat? Iman Kristen menyatakan Ya, karena Allah yang memilih. Ada orang yang mempertahankan keselamatan bisa ilang. Doktrin ini bisa mempengaruhi hidup. Padahal keselamatan bukan karena manusia, tetapi perbuatan baik yang kita lakukan itu untuk menghargai keselamatan. 2 Korintus 5:17. Hidup baru bukanlah menambal kehidupan yang lama, tetapi suatu hidup yang baru secara utuh. Sehingga, kita dapat hidup di dalam Kristus. Apa yang menjadi dasar bagi jaminan kita? Jawabanya ada di Alkitab. Dimana Alkitab adalah sumber. Keselamatan tidak akan hilang karena bukan manusia yang menyelamatkan, melainkan Allah yang telah memilih dan menyelamatkan manusia. Jaminan yang diberikan Allah adalah
Sekali diselmatkan, akan selalu diselamatkan. Tuhan ingin kita memiliki kepastian bukan keraguan. 1 Yohanes 5:11-13. Yohanes 10:27-29. Dalam tangan Bapa tidak akan ada yang bisa merebut kita. Dasar kepercayaan kita karena Allah telah berjanji, bahwa keselamatan kita ada di dalam tangan Tuhan dan tidak ada yang dapat merebutnya. Bagaimana jika jatuh kembali ke dalam dosa, apakah keselamatan akan hilang? Ada jaminan pengampunan dosa, tetapi bukan berarti terus berbuat dosa. Dosa tidak membatalkan relasi, tetapi dosa merusak relasi. Jaminan pengampunan dosa tidak membatalkan jaminan keselamatan. 1 Yohanes 1:9. Sikap yang benar.
Disiplin Pengakuan Dosa
Bertobat sungguh-sungguh bukan sekedar menyesal
Berjuang untuk hidup taat sesuai Firman Tuhan.
1 Korintus 10:13. Tuhan memberikan kemenangan. Sumber kemenangan kita, Roh Kudus, Firman Tuhan dan Doa persekutuan orang percaya.
Refleksi:
Kita memang dijamin keselamatan, banyak orang salah dalam menanggapi doktrin ini. Banyak orang justru berpendapat, karena sudah pasti diselamatkan maka tidak masalah bila berbuat dosa terus menerus. Sebenarnya orang-orang seperti ini yang perlu dipertanyakan apakah mereka benar-benar percaya kepada Yesus Kristus. Sebagai orang yang percaya kepada Kristus, sebagai orang Kristen justru harus melakukan segala perbuatan yang baik untuk menghargai anugerah keselamatan yang telah diberikan Allah. Sehingga, kita harus melakukan perbuatan baik dan melakukan segala sesuatu untuk memuliakan Allah karena Allah terlebih dahulu memilih dan menyelamatkan kita. Amin.
November 20th, 2011 at 10:19 am
1.Nama Mahasiswa : Daniel Winardi
2.NIM : 06120090009
3.Kode Kelas : AHB
4.No. Urut Absen : 31
5.No. Urut Laporan : Refleksi Chapel 10
6.Tema Khotbah : Ketekunan Orang-Orang Kudus
7.Nats Alkitab :
8.Pengkhotbah : Alex Nanlohi
9.Materi Khotbah :
Student Fellowship…
Doktrin yang benar akan membangun dasar kehidupan yang benar. Jika kita memperhatikan kehidupan orang-orang yang berbuat baik, maka pasti mereka memiliki pemahaman/ pengertian/doktrin di dalam diri mereka. Itulah sebabnya ada yang membedakan perbuatan baik kita dengan orang-orang yang tidak percaya kepada Yesus. Orang yang tidak percaya melakukan kebaikan karena mereka ingin masuk Sorga, tetapi kita orang-orang yang percaya melakukan kebaikan sebagai ucapan syukur kepada Allah karena telah diselamatkan.
Selama 1 bulan ini sudah dibagikan teori mengenai keselamatan, yaitu: T.U.L.I.P
T –> Total Depravity: Manusia sudah rusak total, sehingga hanya Allah yang dapat menyelamatkan manusia.
U –> Unconditional Election: Allah memilih manusia untuk diselamatkan, tanpa syarat.
L –> Limited Atonement: Efficient
I –> Irrestible Grace: Manusia tidak dapat menolak jika sudah dipilih Allah.
P –> Perseverance of the Saints: Keselamatan yang dianugerahkan itu terjamin sampai akhir hidup kita.
Ada 2 perbandingan pandangan:
1. Arminian –> Keselamatan adalah hasil kerjasama Tuhan dan manusia.
2. Calvinism –> Keselamatan itu murni pemberian Allah.
Refleksi:
Melalui firman Tuhan ini, saya semakin mengerti dan yakin bahwa keselamatan yang saya miliki saat ini adalah murni anugrah Allah, bukan hasil usaha ataupun perbuatan saya. Yang menjadi tugas saya dan juga orang-orang percaya lainnya adalah menjaga keselamatan tersebut sampai Yesus datang untuk kedua kalinya menjemput kita.
November 20th, 2011 at 10:32 am
Nama : Sylvia Carmelia Setiawan
NIM : 01220100059
Kode Kelas : AHB
No. Urut Absen : 20
No. Urut Laporan : Refleksi Chapel 10
Tema Khotbah : Ketekunan orang kudus
Nats Alkitab : 2 kor 5:17,1 yoh 5:11-13,yoh 10:27-29,1 yoh 9,1 kor10:13
Pengkhotbah : Pdt. Alex Nanholy
Materi Khotbah:
Sebuah doktrin dikatakan benar apabila doktrin tersebut dapat dikatakan sebagai doktrin yang benar apabila mengandug sebuah pemahaman yang dapat dipegang. namun, timbulah sebuah pertanyaan: Orang Kristen dan orang non-Kristen sama-sama memiliki doktrin berbeda yang mereka anggap benar, dan sama-sama melakukan perbuatan baik. lalu, yang manakah perbedaannya? Orang Kristen mempercayai doktrin baik yang diajarkan melalui firman Tuhan, dan melakukan perbuatan baik supaya mereka nantinya dapat menikmati kehidupan kekal di surga. Orang Kristen juga dapat masuk ke surga bukan hanya karena semua perbuatan baik yang ia lakukan selama kehidupannya, tetapi juga karena penyelamatan yang telah dilakukan oleh Yesus. Doktrin kebenaran yang dijarkan oleh Yesus juga berkaitan erat dengan kehidupan kita sehari-hari.
Seperti yang telah disampaikan beberapa minggu yang lalu mengenai TULIP, yaitu mengenai kesimpulan dari lambang kekudusan dan keagungan Tuhan. Dikatakan TULIP merupakan singkatan dari:
(T) Total Deprativity (Kerusakan total)
(U) Unconditional election (Pemilihan yang tidak mengenal kondisi)
(L) Limited attonement (Penyelamatan terbatas)
(I) Irresticible grace (anugrah yang takterelakkan)
(P) Perseverance of the saints (Ketekunan umatNya)
Cara memahami Tulip adalah sebagai berikut:bahwa manusia tidak memilih Allah sebagai penyelamatnya, melainkan Allah sendiri yang memilih manusia untuk Ia selamatkan dari dosa dan segala penderitaan. Lalu atas dasar apakah kita dipilih Tuhan? Apakah nilai tambaha yang kita miliki, dibandingkan dengan orang ain yang tidak mendapatkan keselamatan? Ini semua semata-mata merupakan anugrah dari Tuhan. Hal ini berarti bahwa keselamatan tidak berlaku bagi semua orang, keselamatan bukanlah sesuatu yang dapat kita peroleh secara cuma-cuma, melainkan sesuatu yang lahiriah; yang hanya dapat kia dapatkan dari Tuhan sendiri. Dalam kitab Korintus 2 ayat 5:17, dikatakan bahwa siapa yang ada di dalam Kristus maka ia adalah ciptaan yang baru dan memperoleh hidup yang baru. Hidup baru disini berarti bukanlah kita memperoleh jiwa yang baru secara harafiah, namun hidupbaru berarti kita memula sebuah lembaran baru, dimana kita benar-benar mengikuti jalan Tuhan. Jadi, dasar iman kita merupakan keselamatan yang ditawarkan oleh Kristus sendiri. Allah menawarkan tiga macam jaminan yang akan kita miliki apabila kita selalu mengikuti jalanNya sebagai umatNya.
1. Jaminan keselamatan: kita akan memiliki keselamatan apabila kita selalu berada dalam jalan Tuhan
2. Jaminan pngampunan dosa: segala macam dosa kita akan diampuni, namun bukan hanya sebatas pengampunan saja, melaikan juga hidup yang jauh dari dosa dan taat kepada firmanNya.
3. Jaminan kemenangan atas dosa: Berarti kita akan selalu menang dari dosa dan Roh Kudus akan selalu menerangi jalan kita.
Refleksi pribadi:
Keselamatan kita yang sesungguhnya hanya dapat kita peroleh melalui Tuhan, dan kita merupakan umat pilihanNya, karena kita sejak awal telah dipilih olehNya sebagai umat Kristen. Dan karena segala macam janji dan doktrin yang telah Ia berikan kepada kita. Tetapi, bukan berarti keselamatan itu kita peroleh secara begitu saja, melainkan harus kita karyakan dalam wujud pengabdian kepada Allah dan taat kepada semua FirmanNya. Oleh karenaitu, dalam Chapel kali ini saya belajar untuk menjadi umat Kristen yang lebih baik, yang lebih taat kepada firmanNya, yang lebih tahu bagaimana mengabdikan diri hanya kepadaNya, dan menjadi umat Kristen yang lebih bisa menjadi berkat bagi sesama.
November 20th, 2011 at 11:09 am
1.nama:Vanesia
2.nim:01120090157
3.kode kelas:AHB
4.nats alkitab:2 kor 5:17,1 yoh 5:11-13,yoh 10:27-29,1 yoh 9,1 kor10:13
Refleksi ke 10
5.nama pengkotbah:Alex nanholy
6.tema kotbah:ketekunan orang-orang kudus
Materi Kotbah:
Doktrin yang benarmembangun hidup yang benar.Orang benar melakukan perbuatan baik karena sudah selamat. Persevance of the saint, kalau sudah dip[ilih,security (keselamatan) dijamin. Cerita Lazarus. Sebelum lazarus keluar dari kubur,ia harus bangkit dulu.Kenapa bisa bangkit? Karena Yesus panggil. Keselamatan dimulai dari Allah dan diresponi oleh kita. Allah yang pilih, Allah yang memberikan, so Tuhan yang jamin sampai akhir (Once saved, always saved ). Ke gereja karena mau bertekun dalam Tuhan,bukan karena mau selamat. Keselamatan bersumber dari Allah. 2 kor5:17 menjelaskan hidup yang baru secara utuh. Apa yang jadi DASAR bagi jaminan kita? ALKITAB. 1 Yoh5:11-13;Yoh 10:27-29 menjelaskan bahwa keselamatan sifatnya kekal.Bagaimana jika jatuh ke dalam dosa yang sama ?Stay cool! Ada Jaminan Pengampunan dosa. Dosa tidak membatalkan relasi tapi merusak relasi. 1 yoh 1:9 sikap yang benar:1)Displin pengakuan dosa 2)Bertobat sungguh2 bukan sekedar menyesal 3) Berjuang untuk hidup yang taat sesuai firman Allah. 1 korintus 10:13 . Sumber kemenangan kita adalah Roh kudus,firman Tuhandan doa,persekutuan orang percaya,ketaatan.
Refleksi diri:
Saya sadar dengan saya melakukan dosa itu merusak relasi saya dengan Tuhan. Tapi ada anugrah Tuhan yang luar biasa atas hidup setiap kita sehingga dosa kita dihapuskan. Saya juga menyadari bahwa masi ada keselamatan yang Tuhan berikan sehingga saya dibebaskan dari jerat dosa.Saya juga sadar bahwa kita harus menemukan komunitas yang tepat sehingga itu membantu kita agar lebih tekun.
November 20th, 2011 at 11:34 am
1. Nama Mahasiswa: Kezia Alyssa Sandy
2. NIM : 02220090002
3. Kode Kelas : AHB
4. No. Urut Absen : 23
5. No. Urut Laporan : 10
6. Tema Khotbah : Perseverance of The Saints
7. Nats Alkitab :
8. Pengkhotbah : Alex Nanlohy
9. Materi Khotbah :
Doktrin yang benar merupakan dasar membangun kehidupan yang benar, karena orang Kristen dan non-Kristen sama-sama bisa melakukan perbuatan baik. Namun perbedaannya adalah dalam doktrinnya. Kalau orang non-Kristen melakukan perbuatan baik untuk mencari keselamatan, justru orang Kristen berbuat aik karena sudah menerima keselamatan.
T : Total Depravity ? ‘inability’
U : Unconditional Election ? ‘not men’s’
L : Limited Atonement ? ‘efficient’
I : Irresistable Grace ? ‘surely’
P : Perseverance of The Saints ? ‘security’
Hari ini dijelaskan mengenai huruf P: yang merupakan kesimpulan doktrinal dalam gereja; berkaitan dengan keselamatan.
Seseorang di sebuah buku mengaitkan ini dengan panggilan Yesus, yaitu poanggilan untuk membangkitkan.
Apakah keselamatan berasal dari Allah atau kerjasama antara Allah dan manusia?
Roh Kudus bekerja, sehingga telinga dan hati kita terbuka. Jadi yang pertama dimulai dari Allah, barulah direspon oleh manusia. Jadi, sebenarnya kita tidak memiliki alasan untuk bermegah atas keselamatan yang kita terima, yang benar-benar bukan karena usaha kita.
Pandangan reform muncul melawan pandangan seorang tokoh bernama Yakobus Arminia yang mengatakan bahwa manusia memiliki peran dalam keselamatan.
Berikut merupakan perbedaan pandangan Arminian dengan Reform:
1. Salvation
a. Arminian : Gracious cooperation (synergism) ? God & man
b. Calvinism : Grace (monergism) ? God
2. Man
a. Arminian : still have spiritual ability
b. Calvinism : moral inability & spiritual inability
Refleksi:
Saya belum sempat mendengar kotbah SF sampai akhir, jadi belum mendapat kesimpulan mengenai topik Perseverance of The Saints, namun saya diberkati dengan sharing dari kak Alex.
Kitab Efesus menyatakan di pasal 2 ayat 8-9 : “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu; jangan ada orang yang memegahkan diri.”
Bersyukur untuk kasih karunia yang Tuhan anugerahkan untuk diri saya. Dan saya tahu, keselamatan ini bukan hal yang gratis. Memang saya menerima dengan tidak perlu membayar apapun, namun sebenarnya keselamatan dapat kita terima cuma-cuma karena udah dibayar dengan harga yang sangat mahal, dengan kematian-Nya.
Keselamatan yang kita terima bukan untuk disimpan sendiri, namun kalau kita diizinkan untuk hidup sampai saat ini adalah untuk menjadi alat Tuhan, untuk memberitakan keselamatan kepada mereka yang belum menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat.
November 20th, 2011 at 2:36 pm
1.Nama Mahasiswa : Marcella Maria
2.NIM : 01220100007
3.Kode Kelas : AHB
4.No. Urut Absen : 18
5.No. Urut Laporan : Refleksi Chapel 9
6.Tema Khotbah : “Who am I?”
7.Nats Alkitab : Efesus 1:3-14
8.Pengkhotbah : Bpk. Peter
9.Materi Khotbah :
Pertanyaan “siapakah aku?” sering kali muncul dalam diri kita. sama seperti pertanyaan “apa yang harus kulakukan supaya menjadi bernilai?” “apa tujuan hidupku?”. menurut John Calvin, Kita manusia hidup di dalam Allah karena Allah adalah pencipta kita, karena itu kita harus mengetahui dan mengenal pencipta kita terlebih dahulu.
ada 4 pandangan mengenai diri kita sendiri menurut John Calvin:
1. Diriku menurut pandanganku
2. Diriku menurut pandangan orang lain
3. Diriku menurut dugaanku
4. Diriku menurut yang dinyatakan Allah
Pandangan Diriku menurut yang dinyatakan Allah dalam Efesus 1:3-14 yaitu untuk mengetahui karya Allah yang ada di dalam diri kita. Ada 2 yema besar untuk menjelaskannya:
1. Allah memilih manusia sebelum dunia dijadikan. Allah merupakan Allah yang berdaulat dan yang memilih kita sebelum dunia dijadikan. Allah memilik kita secara individu. Seperti ketika Allah memilih Yakub dan bukan Esau. Ayat ini berbicara kepada orang kristen yang percaya pada Kristus.
2. Allah mengadopsi kita sebagai anak-anakNya untuk selama-lamanya. Allah merupakan Allah yang penuh kasih dan adil, Ia menganggap kita manusia yang berdosa ini sebagai ciptaanNya yang paling berharga. Yesus sampai rela mati di kayu salib demi menebus dosa-dosa kita. dari sejak kita dijadikan, kita sudah diadopsi oleh Allah sebagai anak-anakNya untuk selama-lamanya demi kemuliaanNya.
Refleksi pribadi:
siapakah aku? apa yang dapat kulakukan supaya hidupku bernili? dan, apa tujuan hidupku? sebagai orang kristen yang percaya pada Kristus, kita haruslah bersyukur atas hidup kita. karena kita adalah anak-anak Allah yang diciptakan untuk kemuliaan Allah, oleh sebab itu kita haruslah menjalani kehidupan kita sebaik mungkin demi memuliakan namaNya. banyak sekali orang Kristen yang berfikir “aku sudah menjadi kristen dan percaya pada Yesus, karena itu pasti aku selamat”. tidak! memang melalui Kristus kita dijanjikan keselamatan abadi, kehidupan kekal. namun apa artinya semua itu apabila hidup kita, perbuatan kita sama sekali tidak memuliakan Allah? misalnya, kita menjadi orang yang sombong dan merendahkan orang lain secara materi, kita juga tidak suka menolong orang lain yang sangat membutuhkan pertolongan, dan parahnya lagi kita suka menghina orang lain yang tidak percaya pada Kristus.
Iman kita pada Allah tidak mengajarkan kita untuk menjadi sombong apalagi merendahkan sesama manusia. Allah hidup disetiap diri manusia karena Allah adalah pencipta setiap manusia. bila kita menghina sesama kita manusia, sama artinya kita telah menghina dan merendahkan Allah. karena Allah pernah berfirman “karena sesungguhnya Aku hidup di dalam setiap mereka yang paling hina ini”. karena itu, kita tidak boleh sombong dan harus terus berbuat baik pada setiap manusia tanpa membeda-bedakannya. karena kita semua adalah ciptaan Allah dan semua ciptaan Allah sangatlah tak ternilai dan berharga.
November 20th, 2011 at 3:12 pm
Nama mahasiwa: Michelle Sugita Gunawan
NIM: 11220090006
Kode kelas: AHB
No. urut absen: 34
No. urut laporan: Chapel reflection 8
Tema khotbah: Riches
Nats Alkitab: 1 Tim 6:17-18; 1 Tim 6:10
Materi khotbah:
Kita sering kali berhadapan dengan pertanyaan-pertanyaan tentang ke-Kristenan yang umum tetapi sulit untuk dijawab. Pertanyaan yang akan ditinjau adalah “Apakah orang Kristen boleh kaya?”, “Tantangan apa yang mereka hadapi?” dan “Apakah orang kaya akan masuk ke Surga?”
Pada 1 Tim 6:10 ditulis bahwa kecintaan akan uang adalah akar dari dosa. Orang kaya harus menjaga sikap mereka terhadap uang. 1 Tim 6: 17-18 mengajarkan kita untuk tidka arogan terhadap materi yang kita miliki, tidak meletakkan harapan terhadap kekayaan, kita harus kaya dalam perbuatan baik serta kita harus ringan tangan dan berbagi kekayaan kita.
Kekayaan ada berkat dari Tuhan yang tidak permanen dan pasti. Semua itu akan kembali lagi kepada Tuhan. Kita tidak boleh fokus akan kekayaan, tetapi kita harus fokus kepada pemberi dari kekayaan itu tersebut. Kita harus menggunakan kekayaan ini secara tanggung jawab dan membangun kekayaan kita di Sorga nanti. Kita juga harus berbagi kekayaan karena hal ini merupakan suatu pencerminan iman kita.
Sebagai orang Kristen, kekayaan kita bukan hanya dalam bentuk materi, tetapi kita memiliki kekayaan yang sempurna yaitu Firman Allah. Ini merupakan kekayaan yang paling penting untuk dijaga. Kita bertanggung jawab untuk menyebarkan Firman ini supaya orang lain terberkati.
Refleksi diri:
Tidak dapat dipungkiri bahwa manusia membutuhkan uang untuk hidup. Uang sangatlah penting tetapi tidak boleh menjadi nomer satu dalam hidup kita. Selama saya kuliah, saya mempelajari banyak tentang uang. Waktu saya masih tinggal bersama orang tua saya, segala pengeluaran masih dibayar orang tua saya. Sekarang saya diberi uang jajan bulanan yang saya harus atur sendiri. Saya belajar banyak tentang baik dan buruknya uang. Ketika orang menjadi kaya, kita dapat terjerumus dalam 2 hal: menjadi pelit atau berfoya-foya untuk hal duniawi. Banyak manusia tidak menggunakan uangnya untuk hal-hal mulia. Maka itu saya memiliki janji terhadap diri saya sendiri ketika saya memiliki gaji nanti, saya akan memberikan selayaknya untuk kemuliaan Allah.