:: Gereja Kristus Petamburan ::
November 21st, 2011 by admin
This entry was posted on Monday, November 21st, 2011 at 1:15 am and is filed under Uncategorized. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Responses are currently closed, but you can trackback from your own site.
Owned by Rudi Zalukhu
Part of Gereja Kristus Petamburan
November 23rd, 2011 at 12:00 pm
Nama : Aldi Agung Ardiansyah
NIM : 01120090095
Ketekunan Orang – orang Kudus
Pdt. Alex Nanlohy
Apa yang membedakan perbuatan baik orang Kristen dan orang lain?
Yang membedakan adalah alasannya.
Banyak orang yang melakukam perbuatan baik hanya agar masuk ke surga.
Namun, Kristen melakukan perbuatan baik karena telah diselamatkan.
Konsensus Gereja adalah keselamatan dalam Kristus.
Apa itu keselamatan?
Apakah Tuhan yang menyelamatkan kita? Atau kita yg menyelamatkan diri sendiri? Atau kita berkerjasama dengan Tuhan ?
T U L I P :
Total Depravity
Unconditional Election
Limited Atonement
Irresistible Grace
Perseverance of the Saints
Bukan manusia yg memilih Allah, tapi Allah yang memilih manusia.
Apakah orang yang sudah dipilih akan selamat?
Iman Kristen menyatakan ya!, karena Tuhan yg memilih.
Keselamatan bukan dimulai dari kita, namun dari Allah dan diresponi kita.
Kasih Tuhan adalah Unconitional.
Kalau kita dipilih berdasarkan kondisi, akan banyak orang yang akan iri hati di surga.
Kalau Allah yang memilih, Tuhan akan menjamin kita sampai akhir.
Kita kegereja atau berbuat baik bukan untuk masuk surga, namun keyakinan kita akan Tuhan akan menolong kita sampai di surga.
Refleksi Kotbah :
Dengan kotbah ini, saya mengerti bahwa keselamatan hanya datang dari Tuhan. Bukan kita yg memilih Tuhan, tetapi jauh sebelumnya Tuhan telah memilih kita. Kita diselamatkan bukan karena kemampuan kita, namun hanya karena kasih karunia Tuhan.
November 27th, 2011 at 6:28 am
Nama : Kezia Furry
NIM : 01220090123
No absen : 13
No urut laporan : Chapel no 10
Pdt Ivan Kristiono
Grace to grace
Berkat ada yang datang memberikan kita damai sejahtera, tetapi ada juga yang menjadikan kita mendapat masalah.
Menjadi demikian, karena kita tidak mengolah dengan baik berkat tersebut.
Allah memberikan kita anugerah, tidak ada satu spot pun tanpa anugerah. Di mana kita berada, Allah senantiasa memberikan anugerah-Nya.
Ketika anugerah tiba, bagaimana kita meresponnya?
Apakah seperti Yunus? Yang meresponnya dengan dosa…?
Keluarga yang buruk menghasilkan sikap anak yang buruk.
Peristiwa yang buruk menghasilkan orang yang buruk pula.
Sesuatu yang diawali dengan buruk, bukanlah anugerah Allah. Melainkan anugerah yang Allah berikan, orang tersebut tidak menggunakannya dengan baik, sehingga menghasilkan hal yang buruk.
Tuhan memberikan segala sesuatunya kepada kita yang baik, tetapi seringkali kita respon dengan tidak baik.
Tuhan memberi kita kesehatan, tetapi kita membawa diri ke tempat yang dapat menyebabkan kesehatan kita menjadi jelek.
Refleksi:
Berkat maupun anugerah, saya percaya dimana pun berada Allah akan memberikan semua itu. Sekarang saya tahu, bahwa sesuatu yang buruk dikarenakan kesalahan sendiri. Saya ingat dengan suatu kalimat dalam alkitab, yaitu: “Karena Allah tidak pernah memberikan rancangan kecelakaan, yang Ia berikan hanyalah rancangan damai sejahtera.” Kalimat ini saja sudah menjelaskan bahwa semua hal pada awalnya adalah baik, semua itu bisa berubah menjadi buruk karena perbuatan manusia itu sendiri.
November 27th, 2011 at 7:31 am
1. Nama: Yohanes
2. NIM: 11220090008
3. Kode Kelas: AHB
4. No Urut Absen: 35
5. No Urut Laporan: 11
6. Tema Khotbah: Election
7. Nats Alkitab: Roma 9:6-13
8. Pengkhotbah: James Riadi
9. Materi Khotbah:
Banyak universitas-universitas dan sekolah-sekolah baru yang muncul, tetapi tetap saja tidak memberikan jawaban atas masalah-masalah seperti kehamilan remaja, kemiskinan, dan lain sebagainya. Itu disebabkan karena natur manusia yang berdosa.
Roma 9:6-13 membicarakan mengenai pilihan Tuhan atas manusia. Bagian ini mungkin merupakan bagian yang tersulit dalam alkitab. Fakta dalam dunia kekristenan adalah bahwa Tuhan memilih kehidupan kita, bagaimanapun keadaan kita, bukan kita yang memilih Tuhan. Tuhan lah yang memilih orang2 yg akan diselamatkan. Dengan adanya pilihan Tuhan atas orang-orang yang diselamatkan, artinya Tuhan juga memilih orang-orang yang tidak diselamatkan!
Dalam kehidupan, sering kali kita merasa kita tidak butuh Tuhan, sering kali merasa mampu berjalan sendiri, sehingga mengabaikan Tuhan, bahkan berkata tidak perlu Tuhan memilih kita. Ketika kita akhirnya terperosok dalam hal yang tidak baik, kita mulai mencari Tuhan, bukan untuk meminta tolong pada-Nya, tetapi hanya untuk menyalahkan Tuhan, mengapa terjadi hal yang demikian pada kita.
(selanjutnya dibahas dalam chapel berikutnya)
Refleksi:
Manusia dipilih oleh Tuhan, bukan sebaliknya. Menanggapi pilihan Tuhan atas manusia, saya merasa sangat bersyukur atas hal itu, karena dengan dipilihnya saya, saya mendapatkan anugerah yang begitu besar sehingga saya boleh diselamatkan dan beroleh hidup kekal bersama Dia. Saya harus menjadi orang yang percaya, bahwa hidup saya sepenuhnya berada dalam tangan-Nya, dan segala sesuatu yang terjadi, saya hanya perlu bersyukur. Adalah hal yang salah apabila saya bersungut, mengomel untuk hal-hal yang menurut pandangan manusia buruk. Semuanya ada dalam rencana-Nya, dan rencana-Nya indah bagi saya. Saya cukup percaya, bahwa ada anugerah yang besar bagi orang-orang yang dipilih-Nya.
November 27th, 2011 at 10:47 am
1. Nama Mahasiswa: Sherlly Susanty
2. NIM : 01220100092
3. Kode Kelas : AHB
4. No. Urut Absen : 21
5. No. Urut Laporan : Refleksi 10
6. Tema Khotbah : Election
7. Nats Alkitab : Roma 9:6-13
8. Pengkhotbah : James Riyadi
9. Materi Khotbah :
Universitas dan sekolah yang ada sekarang tidak memberikan jawaban atas masalah – masalah sosial di masyarakat sekarang seperti kehamilan, kemiskinan dan sebagainya. Hal itu disebabkan karena natur manusia yang berdosa. Injil Roma 9:6-13 membicarakan tentang pilihan Tuhan atas manusia, bahwa manusia bukan dipilih berdasarkan garis keturunan Israel, namun berdasarkan pribadi orang itu sendiri. Tuhan yang memilih kehidupan kita dan keadaan kita. Tuhan yang memilih orang – orang untuk diselamatkan. Itu berarti bahwa Tuhan juga memilih orang- orang yang tidak diselamatkan. Sekarang ini, kita sering merasa bahwa kita tidak membutuhkan Tuhan, yaitu ketika kita merasa mampu berjalan sendiri sehingga kita jadi mengabaikan Tuhan. Ketika kita terperosok dalam masalah, barulah kita mulai mencari Tuhan. Bahkan yang kita lakukan saat mencari Tuhan adalah menyalahkan-Nya atas masalah yang kita hadapi, bukan meminta pertolongan.
Refleksi:
Khotbah di atas membuat saya sadar atas apa yang saya lakukan dalam kehidupan sehari – hari. Sering kali saya hanya berdoa saat sedang menghadapi masalah, saat sedang mengalami ujian yang berat. Ketika saya sedang tidak dalam masalah, saya terlalu sibuk dengan kehidupan duniawi dan meninggalkan kehidupan rohani. Padahal dalam Alkitab sudah tertulis dengan jelas bahwa hal – hal duniawi tidak akan menjamin keselamatan manusia, justru kehidupan rohanilah yang akan sangat menentukan. Perilaku saya sehari – hari membuat saya ragu, akankah Tuhan memilih saya? Bahkan orang yang memiliki kehidupan rohani yang lebih baik dari saya belum tentu diselamatkan oleh Tuhan, apalagi saya yang lebih memprioritaskan hal – hal duniawi? Saya sadar bahwa itu merupakan perbuatan yang salah dan akan menjatuhkan saya, namun sulit untuk lepas dari kebiasaan – kebiasaan yang telah ada.
November 27th, 2011 at 11:08 am
Nama: Nicodemus Filipi Apthioman
Nim: 01220100006
Kode kelas: ahb
No urut absen :
No urut refleksi:
Tema kotbah: election
Nats alkitab: roma 9: 6-13
Pembicara: Bpk. James Riyadhi
Materi kotbah:
Natur manusia yg berdosa menyebabkan manusia selalu jatuh didalam dosa, meskipun banyak hal yang sudah manusia lakukan untuk menjauhi dosa, contohnya seperti munculnya institusi institusi yangmengajarkan manusia tentang dampak dosa dan menyadarkan manusia untuk hidup lebih dekat kepada tuhan.
Allah memberikan manusia banyak berkat namun dosa menghalangi berkat berkat allah itu sehingga cara manusia meresponi nerkat tuhan terkadang salah dan pada akhirnya menjatuhkan manusia kedalam dosa lebih dalam lagi, contohnya adalah pada kisah yunus, allah memerintahkan dia untuk menyeberkan injil ke niniwe namun ia malahan kabur dari tuhan menolak berkat dan anugrah tuhan berupa tugas pemberitaan injil.
Berkat dan anugrah allah semuany baik, namun menjadi salah danburuk akibat dosa manusia. Segala keburukan akan mengasilkan keburukan juga.
Refleksi pribadi:
Dari kotbah ini saya menyadari bahwa sering sekali saya meresponi berkat yang tuhan berikan dengan salah, dan saya bertekad untuk lebih mendekatkan diri kepada tuhan agar dapat meresponi berkat allah dengan baik.saya merasas bsyukur karena memiliki allah yang sangat baik yang selalu memberikan saya ranugrah yang baik.
November 27th, 2011 at 3:50 pm
Nama: Sylvia carmelia setiawan
Nim: 01220100059
Kode kelas: AHB
No urut absen : 20
No urut refleksi: 10
Tema kotbah: “Election”
Nats alkitab: Romans 9: 6-13
Pembicara: James Riyadi
Materi kotbah:
Banyaknya fasilitas dan institusi pendidikan yang jaman sekarang muncul seringkali tidak mengubah natur dasar manusia yaitu dosa. Natur manusia yg berdosa membuat manusia selalu jatuh ke dalam dosa, walau segala usaha telah dilakukan oleh manusia untuk menjauhakn dirinya dari dosa dan mendekatkan diri kepada Tuhan. Tertulis dalam kitab Roma, bahwa manusia dipilih oleh Tuhan bukan hanya karena garis keturunan Israel-nya, tetapi karena pribadi manusia itu sendiri yang memang secara lahiriah dipilih oleh Tuhan. Tuhan memberikan berkat kepada manusia tetapi manusia seringkali salah menafsirkan berkat tersebut sehingga akibatnya manusia makin dalam jatuh ke dalam dosa. Seringkali juga manusia hanya berpaling kepada Tuhan saat Tuhan telah memberikan sebuah cobaan atau kesulitan hidup, sehingga manusia terkesan hanya menyembah Tuhan disaat ‘butuh’ saja. Oleh karena itu, kita harus mengenal augrah dan berkat dari tuhan secara baik dan benar, sehingga apa yang kita terima dapat berbuah baik dan menjadi berkat bagi sesama.
Refleksi pribadi
dalam chapel kali ini saya benar-benar merasa, bahwa saya sendiri hanya ada dan kembali kepada Tuhan apabila saya mendapatkan sebuah masalah hidup. Apabila masalah telah selesai, saya akan kembali melupakan Tuah, bahkan jarang doa dan jarang ke gereja. Oleh karena itu, saya ingin selalu ada untuk Tuhan, dalam saat suka maupun duka. Karena Dia telah memilih saya untuk menjadi umatNya dan selamat dalam segala cobaanNya. amin.
November 27th, 2011 at 4:03 pm
Nama: Marcella Maria
Nim: 01220100007
Kode kelas: AHB
No urut absen : 18
No urut refleksi: 10
Tema kotbah: Election
Nats alkitab: Roma 9: 6-13
Pembicara: James Riyadi
Materi kotbah:
Dewasa ini, telah banyak muncul institusi pendidikan, seperti misalnya universitas, namun itu semua tidak bisa membebaskan kita dari masalah sosial di sekitar kita seperti kehamilan remaja ataupun kemiskinan. Mengapa demikian? karena natur manusia adalah dosa, dan natur inilah yang menyebabkan kita semua selalu jatuh ke dalam dosa, biarpun segala usaha telah dilakukan manusia untuk menjauhkan diri dari dosa, manusia tetap kembali kepada dosa.
Injil Roma 9:6-13 membicarakan, bahwa manusia dipilih oleh Tuhan bukan hanya karena garis keturunan Israel, tetapi karena pribadi manusia itu sendiri yang memang dipilih oleh Tuhan. Tuhan-lah yang memilih umatNya, dan orang-orang mana yang akan diselamatkan, bukan kita yang sebagai umat yang memilih Tuhan kita.
Tuhan juga memberikan berkat kepada manusia tetapi manusia sering mensalahtafsirkan berkat itu hingga akibatnya manusia makin dalam jatuh ke dalam dosa.
dalam kehidupan ini sering juga manusia melupakan akan Tuhan, dan bergantung kepada keahlian dan kekuatannya sendiri. Ketika bertemu dengan masalah, manusia kemudian cenderung untuk menyalahkan Tuhan dan mengatakan kenapa memberikan cobaan yang begitu berat kepada dirinya.
Refleksi pribadi
Saya benar benar terharu ketika dikatakan bahwa Tuhan yang memilih saya untuk diselamatkan. Saya merasa sangat bersyukur dan beruntung, bahwa dari sekian banyak orang, Tuhan telah memilih saya untuk diselamatkan. Oleh karena itu sudah sepatutnya saya sebagai umat kristen selalu bersyukur dan memuji Dia, oleh karena segalanya yang telah Ia berikan kepada saya.
November 27th, 2011 at 4:51 pm
Nama mahasiwa: Michelle Sugita Gunawan
NIM: 11220090006
Kode kelas: AHB
No. urut absen: 34
No. urut laporan: Chapel Reflection 9
Tema khotbah:
Pengkhotbah: Jimmy Lukas
Nats Alkitab: Yoh 1:1-5
Materi khotbah:
Segala agama di dunia ini tentunya menuntut komitmen dari penganutnya. Menjadi seorang Kristen tidaklah mudah, kita harus memenuhi standar-standar yang tinggi. Kita harus hidup sesuai apa yang diajarkan Alkitab. Orang Kristen yang hidup tanpa standar tidak lebih baik seorang atheis.
Jika kita seorang Kristen tanpa komitmen, lalu apakah gunanya kita beribadah? Apakah ibadah hanya sekedar untuk mencari kedamaian? Jika iya, maka kita hanya membohongi diri kita sendiri. Kita sebagai manusia lebih suka hidup di dalam kegelapan, tetapi sebagai orang Kristen, kita dituntut untuk hidup di dalam terang. Terdapat beberapa alasan mengapa kita lebih suka untuk hidup di kegelapan:
1. Karena setiap orang ingin menjadi raja atas hidupnya sendiri.
Kita sering kali melupakan Allah ada pencipta kita dan kita berdoa seakan-akan meminta Allah untuk menuruti kehendak kita, apa yang kita mau. Sesungguhnya Allah datang sebagai pencipta untuk mengklaim segalanya yang ada di bumi ini; ialah Raja segala raja. Dosa adalah pemberontakan atas otoritas Allah dan perlawanan terhadap Allah berakibat maut.
2. Karena didalam kegelapan kita dapat melepaskan segala hawa napsu tanpa diketahui orang lain.
Kita terkadang lupa bahwa Tuhan maha tahu. Dia tahu akan segala yang kita perbuat bahkan apa yang ada di dalam pikiran kita. Dia tahu segalanya tentang hidup kita. Hawa napsu membawa kekacauan dalam hidup.
Supaya kita dapat hidup dalam terang, kita harus menerima Yesus karena dalam Yesus ada terang. Kita harus mengikuti jalanNya membiarkan Yesus untuk mempengaruhi hidup kita. Tuhan akan menerima kita jika kita mau pulang kepadaNya, apapun yang kita pernah lakukan.
Refleksi diri:
Setelah mendengar khotbah ini, saya sungguh tergerak. Walaupun saya orang Kristen, saya sering kali terjerumus kedalam kegelapan. Terkadang saya juga lupa bahwa Tuhan selalu melihat saya dan akhirnya melakukan hal-hal kecil yang melawan Tuhan dengan pikiran bahwa tidak akan ada orang lain yang mengetahui. Dengan mendengarkan khotbah ini, saya diingatkan lagi bahwa dosa berakibat fatal. Saya harus selalu ingat Tuhan, bahwa Tuhan memegang kemudi dalam hidup saya.
November 29th, 2011 at 5:35 am
Nama : Devita Arlina Kusumo
dt Ivan Kristiono
NIM : 04320099068
No urut laporan : Chapel no 8
Pembicara
Tema khotbah : Grace to grace
Materi Khotbah :
Keluarga yang buruk menghasilkan sikap anak yang buruk.
Peristiwa yang buruk menghasilkan orang yang buruk pula.
Sesuatu yang diawali dengan buruk, bukanlah anugerah Allah. Melainkan anugerah yang Allah berikan, orang tersebut tidak menggunakannya dengan baik, sehinggaTuhan yang memilih kehidupan kita dan keadaan kita. Tuhan yang memilih orang – orang untuk diselamatkan. Itu berarti bahwa Tuhan juga memilih orang- orang yang tidak diselamatkan. Sekarang ini, kita sering merasa bahwa kita tidak membutuhkan Tuhan, yaitu ketika kita merasa mampu berjalan sendiri sehingga kita jadi mengabaikan Tuhan. Ketika kita terperosok dalam masalah, barulah kita mulai mencari Tuhan. Bahkan yang kita lakukan saat mencari Tuhan adalah menyalahkan-Nya atas masalah yang kita hadapi, bukan meminta pertolongan.menghasilkan hal yang buruk.
Allah memberikan kita anugerah, tidak ada satu spot pun tanpa anugerah. Di mana kita berada, Allah senantiasa memberikan anugerah-Nya.
Ketika anugerah tiba, bagaimana kita meresponnya?
Apakah seperti Yunus? Yang meresponnya dengan dosa…?
Refleksi :
Saya mendapatkan anugerah yang begitu besar sehingga saya boleh diselamatkan dan beroleh hidup kekal bersama Dia. Saya harus menjadi orang yang percaya, bahwa hidup saya sepenuhnya berada dalam tangan-Nya, dan segala sesuatu yang terjadi, saya hanya perlu bersyukur.Saya ingat dengan suatu kalimat dalam alkitab, yaitu: “Karena Allah tidak pernah memberikan rancangan kecelakaan, yang Ia berikan hanyalah rancangan damai sejahtera.” Kalimat ini saja sudah menjelaskan bahwa semua hal pada awalnya adalah baik, semua itu bisa berubah menjadi buruk karena perbuatan manusia itu sendiri.