Strategi Pertumbuhan Gereja

patung-yesus-memberkati2

Strategi Pertumbuhan Gereja

Dalam mengembangkan gereja, ada satu tujuan yang jelas yaitu menjangkau jiwa-jiwa yang belum diselamatkan. Tujuan ini dapat tercapai dengan jalan menemukan strategi yang tepat.  Yang perlu diperhatikan adalah:

1.  Strategi Yesus

Rahasia penginjilan yang efektif bukanlah hanya menyampaikan pesan Kristus, tetapi mengikuti metodologi Kristus.  Strategi Yesus adalah memperlihatkan prinsip-prinsip penginjilan yang dapat diterapkan pada zaman ini.  Hal ini dapat dilihat dalam Matius 10 dan Lukas 10 tentang strategi Yesus dalam penginjilan.  Warren memberikan lima pedoman penginjilan yang terdapat dalam perintah Yesus  kepada murid-murid-Nya:

  1. Mengetahui apa yang hendak didapatkan
  2. Pergi ke tempat orang yang dapat ditangkap
  3. Belajarlah untuk berpikir seperti mereka
  4. Menangkap mereka menurut seleranya
  5. Gunakan lebih dari satu cara

Wagner memberikan dua hal yang berhubungan dengan cara Allah bekerja.  Yang pertama adalah aspek ilahi, Allah mempunyai banyak tujuan di dunia ini, salah satu tujuan-Nya ialah keinginan-Nya supaya umat manusia yang terpisahkan dari Allah oleh dosa dapat bersekutu kembali dengan Dia.  Tuhan menghendaki “supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik (dari dosa) dan bertobat” (1Ptr. 3:9).  Yesus berkata bahwa Ia datang “untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang” (Lukas 19:10), seperti gembala yang baik meninggalkan 99 ekor domba yang telah aman dalam kandangnya, untuk mencari seekor yang tersesat (Mat. 18:12).

Yang kedua adalah aspek manusiawi, Allah telah memilih untuk menggunakan manusia sebagai perantara.  Pesan terakhir yang diucapkan Yesus ketika berada di dunia ialah Amanat Agung, yaitu perintah untuk pergi memberitakan injil.  “Bagaimana mungkin mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakannya?” (Rm. 10:13-17).  Yesus mengatakan kepada murid-murid-Nya bahwa mereka akan menjadi saksi-Nya di Yerusalem, Yudea, Samaria dan sampai ke ujung bumi.

2.  Strategi Pertumbuhan Gereja menurut Rick Warren

Warren menjelaskan bahwa jika gereja ingin bertumbuh dan menjadi gereja yang sehat dan kuat, maka harus  mempunyai tujuan yang jelas.  Fondasi gereja sangat menentukan kekuatan gereja, sehingga dasar yang sehat menjadi tolok ukur pertumbuhan gereja.  Tujuan gereja yang jelas dapat dilaksanakan dengan cara:  mengasihi Tuhan dengan segenap hati,  mengasihi sesama seperti diri sendiri,  pergi menjadikan murid,  membaptis,  dan mengajar agar manusia taat pada perintah Tuhan.  Keberadaan gereja adalah untuk mendidik, mendorong, memuliakan, memperlengkapi dan menginjili. Dengan demikian gereja akan bertumbuh dengan baik.

Gereja harus ada usaha supaya setiap bidang pelayanan itu terarah pada tujuan gereja. Jangan hanya menciptakan program-program baru setiap tahun untuk membuat orang tetap tertarik, tetapi tidak ada hubungan dengan tujuan.  Dengan adanya usaha untuk mencapai tujuan yang jelas, maka semakin banyak anggota gereja mengerti dan mempunyai komitmen untuk menjalankan tujuan gereja. Jika semakin banyak orang yang mengerti dan mempunyai komitmen, maka gereja akan semakin kuat.

3.  Teori E0-E1-E2-E3[1]

Penginjilan berhubungan dengan pertumbuhan gereja, karena penginjilan dapat membawa petobat baru masuk dalam gereja.  Namun gereja juga harus memperhatikan pertumbuhan secara biologis, yaitu anak-anak dari orang-orang yang telah percaya juga perlu diinjili.  Penginjilan menurut teori Wagner diklasifikasikan sebagai:

E0 atau penginjilan nol, adalah suatu  proses membimbing orang-orang yang telah menjadi anggota gereja kepada suatu penyerahan hidup kepada Yesus Kristus. Ketika hal ini dilakukan, memang tidak mengalami penambahan jumlah anggota, tetapi hal ini hal ini penting bagi peningkatan kualitas kerohanian anggota jemaat.

E-1 atau penginjilan satu,  mengandung pengertian membawa orang-orang dari kelompok budaya yang sama kepada Kristus.

E-2 atau penginjilan dua adalah penginjilan yang ditujukan kepada orang-orang yang budayanya serupa dengan budaya penginjilan itu sendiri, seperti misalnya seorang Indonesia menginjili orang-orang Malaysia.

E-3 atau penginjilan tiga menunjuk kepada penginjilan antarbudaya.  Maka penginjilan E-3 adalah menginjili orang-orang yang berbeda budaya.  Misalnya orang Indonesia menginjili orang Jepang.

Dari teori-teori ini, kita dapat melihat bahwa pertumbuhan kualitas merupakan pertumbuhan yang utama, setiap orang yang diselamatkan dapat mewujudkan imannya, baik secara pribadi maupun bersama, baik secara vertikal maupun horizontal.  Jadi kualitas kerohanian jemaaat dapat membawa dampak positif bagi pertumbuhan gereja.

Perencanaan strategi penginjilan seperti di atas tidaklah bertentangan dengan Alkitab dan setiap gereja harus mempunyai rencara itu.  Namun pertanyaan yang muncul adalah:  Apa yang disebut sebagai strategi penginjilan?  Jawaban ini adalah segala sesuatu kegiatan dan pelayanan kristiani yang dapat mendatangkan pertumbuhan gereja adalah strategi pertumbuhan.[2]

Strategi apa yang kita terapkan demi menunjang pertumbuhan gereja kita????


[1]Wagner, Gereja Saudara 102.

[2]Peter Wagner, Strategi Perkembangan Gereja (Malang: Gandum Mas, 1996) 23.

[3]Ibid. 41.

[4]Ibid.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>